Tampilkan postingan dengan label 05 Penyakit Menular Seksual. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 05 Penyakit Menular Seksual. Tampilkan semua postingan

Epidemi HIV/AIDS di Indonesia sudah berlangsung selama 15 tahun dan diduga masih akan berkepanjangan karena masih terdapatnya faktor-faktor yang memudahkan penularan penyakit ini. Dua cara penularan infeksi HIV saat ini adalah melalui hubungan seks yang tidak aman dan penyalahgunaan Napza suntik. Dalam sepuluh tahun mendatang, penyakit ini mungkin belum akan dapat ditanggulangi sehingga masih merupakan kesehatan masyarakat dan juga mempunyai implikasi sosial – ekonomi yang luas. Penderitaan bukan saja akan dialami oleh orang yang tertulari HIV/AIDS tetapi juga akan dirasakan oleh keluarga dan masyarakat. Sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegah dan obat yang dapat menyembuhkan.

Penyebaran HIV/AIDS bukan semata-mata masalah kesehatan tetapi mempunyai implikasi politik, ekonomi, sosial, etis, agama dan hukum bahkan dampak secara nyata, cepat atau lambat, menyentuh hampir semua aspek kehidupan manusia. Hal ini mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pengalaman internasional menunjukkan bahwa keberhasilan penanggulangan HIV/AIDS sangat tergantung kepada kemauan politik pada tingkat tinggi sebuah negara dan kesungguhan kepemimpinan dalam mengatasi masalah yang rumit ini. Kesemuanya ini harus didukung dan dilakukan oleh instansi pemerintah, LSM dan swasta, serta masyarakat.

Indonesia telah berupaya keras untuk menanggulangi HIV/AIDS tetapi hasilnya belum memuaskan. Pendidikan dan penyuluhan yang didasari oleh norma agama dan budaya telah dilakukan bersamaan dengan intervensikesehatan masyarakat seperti pencegahan, pengobatan infeksi menular seksual, upaya pengobatan, perawatan dan dukungan bagi ODHA.

Upaya pencegahan dilakukan melalui pendidikan dan penyuluhan masyarakat terutama ditujukan kepada populasi berisiko yang mudah menyebarkan penyakit. Upaya pengobatan dan perawatan yang dilakukan baik berbasis klinis maupun masyarakat perlu dikembangkan untuk mengantisipasi meningkatnya jumlah ODHA.

Salah satu faktor penting yang menjadi kendala adalah pendanaan. Kendala ini dapat diatasi dengan menjalin koordinasi diantara instansi yang terlibat dalam penanggulangan HIV/AIDS. Pemerintah daerah mempunyai peran penting dalam penanggulangan HIV/AIDS dengan adanya kewenangan otonomi daerah sehingga dapat menyediakan dana yang cukup.

Strategi Nasional Penanggulangan HIV/AIDS ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi semua sektor pemerintah, pemerintah daerah, LSM, swasta dan dunia kerja serta lembaga donor dalam menanggulangi HIV/AIDS di Indonesia. Setiap pelaksana program dapat mengembangkan lebih lanjut strategi dan kegiatan sesuai dengan tugas, fungsi dan kemampuan masingmasing.

------- makalah lebih lanjut silahkan klik : download file.pdf 1,1 Mb
---------------- ......Baca Selengkapnya

Human Immunodeficiency Virus atau HIV merupakan salah satu jenis virus yang menurunkan sistem kekebalan tubuh. Beberapa virus, seperti penyebab demam dan flu berada hanya beberapa saat pada tubuh manusia, tetapi beberapa virus seperti HIV, selalu beraksi selamanya dalam tubuh manusia. Manakala seseorang terinfeksi HIV, maka orang tersebut disebut “positif HIV” dan akan selalu positif HIV. Hingga pada akhirnya, HIV menginfeksi dan membunuh sel darah putih, yang disebut CD4 Lymphocytes ( atau “ sel T”) dan mengakibatkan tubuh tidak dapat membunuh berbagai jenis infeksi penyakit dan kanker (Coffin et.al., 1986).

HIV menyerang dengan perlahan-lahan dan memusnahkan setengah sel darah putih di dalam badan (sel T CD4+). Dalam keadaan normal, sel-sel ini membantu tubuh melawan jangkitan kuman dan penyakit yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Apabila HIV telah menyerang tubuh seseorang, sel-sel ini tidak lagi mampu melaksanakan tanggung jawab mereka karena telah dimusnahkan secara perlahan-lahan oleh HIV. Hal ini berarti HIV turut memusnahkan upaya tubuh untuk melawan penyakit. Akan tetapi kebanyakan orang yang terinfeksi HIV tidak mengetahui bahwa dirinya telah terinfeksi. Segera setelah terinfeksi, beberapa orang mengalami gejala yang mirip gejala flu selama beberapa minggu. Selain itu tidak ada tanda infeksi HIV. Tetapi, virus tetap ada di tubuh dan dapat menularkan orang lain (Coffin et.al., 1986).

Sistem kekebalan tubuh ini melindungi seseorang dari berbagai macam infeksi dan penyakit. Sistem kekebalan tubuh terdiri dari bermacam-macam sel (disebut sel-sel CD4 atau sel T4/ sel penolong) yang bekerja sama agar bisa mengenali dan menghancurkan virus-virus, bakteri dan kuman-kuman lainnya. Ketika HIV masuk ke dalam tubuh anda, virus tersebut mencari sel CD4 dan kemudian :.... (file selengkapnya klik saja download file.pdf(109Kb))
......Baca Selengkapnya