Sekitar 38% wanita pascamenopause menggunakan Terapi Sulih Hormon (TSH) untuk mengurangi keluhan-keluhan yang mereka alami dalam masa menopause. Keluhan-keluhan tersebut antara lain: keluhan vasomotorik berupa gejala panas, jantung berdebar-debar, sakit kepala, keringat banyak (malam hari), dan keluhan psikologik berupa perasaan takut, gelisah, mudah tersinggung, lekas marah, tidak konsentrasi, perubahan perilaku, depresi, gangguan libido. Terapi Sulih Hormon juga dikatakan dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit jantung koroner.

Prinsip dasar pemberian TSH adalah: wanita dengan uterus, E selalu dikombinasikan dengan P; wanita tanpa uterus cukup diberikan E saja. E diberikan kontinyus tanpa istirahat. Wanita perimenopause yang masih menginginkan haid, TSH diberikan sequensial. P diberikan 12 – 14 hari. Wanita pascamenopause yang masih ingin haid, TSH diberikan sequensial. Wanita pascamenopause yang tidak menginginkan haid, TSH diberikan secara kontinyus. Yang lebih diutamakan E dan P alamiah, selalu dimulai dengan dosis E dan P rendah. E dapat dikombinasikan dengan androgen (DHEAS) pada wanita dengan gangguan libido.

Jenis sediaan hormonal dan dosis. Estrogen alamiah: 17 beta Estradiol (1-2 mg/hari), estradiol valerat (1-2 mg/hari), estropipate (0,625-1,25 mg/hari), estrogen konjugasi (0,3-0,625 mg/hari), estriol (4-8 mg/hari). Progesteron alamiah: Medroksi progesteron asetat. Cara sequensial dosisnya adalah 10 mg/hari, cara kontinyus dosisnya 5 mg/hari. Siproteronasetat, cara sequensial dan kontinyus dosisnya adalah 1 mg/hari. Didrogesteron, cara sequensial 10 mg/hari, cara kontinyus 5 mg/hari.

Cara pemberian. Yang utama adalah pemberian secara oral. Transdermal berupa plester (koyok) atau krem yang dioleskan di tangan diberikan pada wanita dengan: penyakit hati, batu empedu, darah tinggi, kencing manis. Vaginal krem hanya untuk pengobatan lokal pada vagina. Implan atau suntikan sangat jarang digunakan. Pada wanita yang masih memiliki uterus mudah terjadi perdarahan (hipermenorea).

Khasiat estrogen yang khas pada masing-masing organ sasaran adalah sebagai berikut: 1)Ovarium: E2 memicu pematangan folikel dan ovum. 2) Uterus: E2 memicu proliferasi endometrium dan memperkuat kontraksi otot uterus. 3) Vagina: E2 menyebabkan perubahan selaput lendir vagina, memperbanyak sekresi, dan meningkatkan kadar glikogen, sehingga produksi asam laktat oleh bakteri-bakteri Doderlein meningkat, nilai PH menjadi rendah dan memperkecil kemungkinan terjadinya infeksi. 4) Serviks: E2 memperbanyak sekresi seluler serviks, mengubah konsentrasi lendir pada saat ovulasi sedemikian rupa sehingga memicu pergerakan dan kelangsungan hidup sperma. Bila lendir tersebut mengering akan terlihat seperti bentuk daun pakis. 5) Payudara: E2 menyebabkan terjadinya proliferasi pada mammae. Selain itu E2 memicu pertumbuhan rambut pubis dan ketiak, dan pembentukan tubuh wanita dengan penimbunan lemak pada panggul dan pantat.

Khasiat progesteron pada masing-masing organ sasaran adalah sebagai berikut: 1) Endometrium: mengakibatkan perubahan sekretorik endometrium. 2) Serviks: mengurangi sekret, peningkatan viskositas, dan menurunkan spinnbarkeit. 3) Miometrium: mengurangi tonus sehingga kontraksi berjalan lambat. Dalam kehamilan progesteron membuat uterus menjadi tenang. 4) Suhu badan: progesteron merangsang pusat panas di otak sehingga dapat meningkatkan suhu 0,4 – 0,6°C. Khasiat progesteron ini tanpa memerlukan pengaruh estrogen sebelumnya. 5) Payudara: setelah pertumbuhannya dimulai oleh estrogen, progesteron ikut serta dalam pembentukan lobulus dan alveolus-alveolus. 6) Ovarium: mencegah pertumbuhan folikel dan terjadinya ovulasi.
(Isi makalah selengkapnya klik : download file.pdf 111Kb)